Mencermati  RAPBN 2010 yang sudah dikeluarkan pemerintah untuk mendapat pengesahan DPR tersirat bahwa Pemerintah sangat hati hati untuk memasang target pertumbuhan Ekonomi yang akan dicapai pada tahun 2010.

Target pertumbuhan Ekonomi hanya 5% termasuk moderat karena beberapa kalangan termasuk para pengusaha Nasional mempunyai optimisme bahwa seharusnya sampai dengan 5,5%  masih dianggap rational untuk dicapai bahkan yang paling optimis menganggap angka 5,8% masih realistis untuk di capai ;  Sedangkan defisit anggaran 1,6% dari Produk Domestik Bruto masih dalam level yang aman untuk direalisasikan.

Tentunya Pemerintah mempunyai pertimbangan sendiri dalam menentukan target angka tersebut , terutama dalam situasi Ekonomi Dunia yang masih dalam Krisis atau awal pemulihan sehingga diperkirakan masih akan muncul faktor faktor ketidakpastian dan resiko yang harus dipertimbangkan.

Namun sayangnya kalau kita melihat lebih jauh alokasi dari Anggaran yang ada untuk Infrastruktur yang merupakan salah satu unsur pendorong dan penggerak percepatan pertumbuhan Ekonomi justru Turun pada pos anggaran tersebut… mengapa ?. Alasannya karena penyerapan anggaran infrastruktur selalu tidak pernah maksimal ?.

Memposisikan Infrastruktur sebagai motor penggerak pertumbuhan Ekonomi yang akan berkorelasi langsung tentunya dengan optimisme pelaku Ekonomi juga pelaku Pasar khususnya Pasar Saham , maka akan timbul pertanyaan Bagaimana Prospek  Saham dengan RAPBN 2010 yang akan disahkan ini ?

Mencermati Perusahaan para Emiten yang bobotnya didominasi Perbankan , industri Pertambangan , Industri Perkebunan , Property ; yang dalam posisinya relatif  tidak terpengaruh atas RAPBN 2010 , dan dengan harapan pemulihan Ekonomi Dunia yang relatif lebih cepat dari yang di perkirakan maka dapat dikatakan Prospek Pasar Saham kita masih menjanjikan dalam rentang waktu ini.             Sehingga pelaku Pasar Saham kiranya masih dapat berinvestasi  dengan tenang dan tentunya dengan  harapan menguntungkan, SEMOGA.

SERINGKALI  kita mendengar berbagai cerita mengenai orang yang sukses atau menjadi kaya raya /Okb ataupun bangkrut menjadi kere karena bernain atau berinvestasi di Pasar Saham.

Banyak sekali dari kita yang  mendengar cerita yang memukau bahwa eh…si A tu sekarang naik Alphard dan tinggal di Pondok Indah dan bagaimana sih caranya?   ternyata si A mendapat keuntungan yang besar dari Saham yang dibelinya dan menjual pada saat yang tepat . Demikian juga cerita mengenai si B..eh sekarang rumahnya disita Bank dan stress berat..ternyata si B menderita kerugian yang sangat besar karena terlalu bernafsu meminjam dana Bank yang untuk pengembangan usahanya tapi karena ikut ikutan teman yang sudah menikmati keuntungan Saham akhirnya masuk pada saat yang tidak tepat atau katakan disaat harga sudah tingggi istilahnya mungkin lebih tepat Bubble gitu.

Dari dua cerita tersebut diatas akan muncul dua persepsi mengenai Pasar Saham atau berinvestasi di Pasar Saham.. yang satu Manis bak Madu sedangkan yang satunya lagi Pait bak Racun…..sebenarnya yang mana yang Benar ?. Pasar Saham Madu atau Racun ?

Sebenarnya menurut hasil survey bermain di Pasar Saham probabilitas untuk mendapatkan keuntungan jauh lebih besar dari kerugian asalkan mengetahui kapan waktu yang tepat untuk masuk dan dan kapan waktu yang tepat untuk keluar atau menjual.,karena pada esensinya Pasar Saham mirip bisnis Multi Level Marketing tapi dalam kontek yang lebih rumit dan kompleks, sehingga yang masuk lebih awal tentunya mempunyai resiko lebih kecil dibanding yang masuk belakangan , tentunya masalah waktu yang tepat tetap harus diperhitungkan.

Dengan prinsip yang sederhana ditambah pengetahuan dasar memadai tentang  mekanisme permainan yang berlaku kiranya Pasar Saham harus menjadi Madu bukan sebaliknya menjadi Racun….Selamat Berinvestasi.

Banyak teori yang menyatakan bahwa sektor Finansial akan bergerak atau mengalami kenaikan lebih awal dari sektor riil , sejarah sudah membuktikan MEMANG sektor finansial akan bergerak mendahului sektor riil…..seperti yang dirililis Golman Sachs terkini  bahwa Bursa Amerika sedang dan akan terus mengalami Bullish  sampai 1100 untuk S & P 500 sampai akhir tahun ini berarti akan meningkat 65% dari sejak terendah maret 2009…pertanyaanya dari mana Dana yang ada untuk menaikan Index tersebut.

Money Game adalah bagian dari Ekonomi Bebas kalau tidak mau dikatakan Liberal yang akan mencari tempat yang lebih aman dan menguntungkan itulah jawabannya , setelah mendapatkan keuntungan yang cukup disuatu tempat akan pindah ketempat lain yang lebih memberi keuntungan yang lebih baik ….modal/dana tidak berkewarganegaraan sehingga bebas dan leluasa tanpa komitmen apapun juga untuk datang dan pergi tanpa pamit tentunya.

Sehubungan Judul diatas maka perlu kiranya kita menyadari terutama pemain pasar Uang atau  Modal/saham disaat rasa manis sudah berkurang  atau bahkan pait sudah terasa maka sudah tiba saatnya bersiap untuk menentukan keputusan tanpa mengurangi harapan yang ada ….Selamat tetap berinvestasi.

SETIDAKNYA  dalam beberapa hari ini terdapat perkembangan yang menjadi tanda tanya dari para pelaku pasar Saham khususnya para Investor pemburu Saham BUMI , hal ini dikarenakan perkembangan perebutatan dalam divestasi Saham PT.NEWMONT untuk divestasi tahun 2008 dan 2009 sebesar 14% …kenapa ?.

Kalau di cermati dari perjalanan perebutan divestasi Saham PT.NEWMONT , jejak dari Bakri Group untuk memposisikan diri untuk  dapat sukses mendapatkan Saham PT.NEWMONT dalam divestasinya jelas sejak di akuisisinya PT.Darma Henwa atau DEWA oleh BUMI Resources  dengan harga premium yang mana DEWA sebelumnya sudah melangkah dengan mengandeng Pemda Nusa Tenggara Barat , Pemkab Sumbawa jauh sebelum diakuisisi oleh BUMI Resources.

Setelah ada kepastian BUMI Resources yang berhasil mengandeng Pemda Nusa Tenggara Barat untuk memenangkan  divestasi 10% untuk  divestasi tahun 2006 dan 2007 yang direncanakan untuk dilanjutkan pada divestasi 14% tahun 2008 dan 2009  berikutnya , kini muncul berita Pemerintah Pusat telah memutuskan dan memastikan akan mengambil divestasi 14% Saham PT.NEWMONT sesuai tengat waktu keputusan terakhir yaitu Jumat 14 Agustus 2009.

Pertanyaan yang muncul adalah kenapa keputusan yang muncul pada saat saat terakhir pada batas waktu ?…Ada tarik menarik apa antara Pemerintah Pusat dalam hal ini Menteri BUMN yang memang sangat menginginkan BUMN lah yang berperan dalam divestasi ini tapi yang selama ini terkesan maju mundur ; sementara Pemda Nusa Tenggara Barat dan Pemkab Sumbawa juga begitu mendukung Pihak Swasta Nasional yang memang mampu dan mempunyai reputasi yang tidak diragukan.

Terlepas dari ini semua siapapun yang berhasil dalam divestasi PT.NEWMONT ini baik itu BUMI Resources ataupun BUMN tentulah tidak menjadi masalah karena keduanya adalah Badan Hukum Nasional dan memang keputusan terbaik sesuai pertimbangan Pemerintah Pusat…. tapi bagi pelaku Pasar terutama Investor Lokal tentunya dengan Saham BUMI yang dimiliki sejuta Umat tentunya harapan sejuta Umat juga yang sudah berburu Saham BUMI dengan sejuta harapan tidaklah sia sia….SEMOGA.

Mengutip informasi sumber Bloomberg tentu secara umum menimbulkan rasa optimis pada kita semua terutama para pelaku pasar uang dan juga pasar Saham dimana disebutkan bahwa pasar Saham Asia mengalami pertumbuhan  yang begitu spektakuler yang dimulai awal   tahun 2009 ,  dimana  kita   sama sama ketahui sepanjang tahun 2008 sampai awal   tahun 2009     Industri keuangan Dunia mengalami goncangan yang begitu luar biasa sehingga   mengakibatkan banyak konglomerasi dunia mengalami kebangkrutan dan Index Saham Dunia juga mengalami kemerosotan yang luar biasa, bahkan tingkat keparahanya menurut para ahli Ekonomi kelas dunia hampir menyamai Krisis Besar/Greet Depression tahun 1930.

Pertumbuhan yang spektakuler yang terjadi di Bursa Saham Asia tidak lain dimotori oleh Pasar Saham di China yaitu Shenzen SE Composite diangka 1.060,86 atau terjadi kenaikan 91.73% , disusul IHSG diangka 2.396,49 atau terjadi kenaikan76,81% , disusul Shanghai SE Composite diangka 3.140,56 atau terjadi kenaikan 72,48% , disusul Srilangka Colombo Index diangka 2.510,81 atau terjadi kenaikan 67,05% , terakhir   BSE   Sensex     diangka 15.518,49 atau kenaikan 60,86%.

Melihat angka kenaikan yang luar biasa tersebut yang mana INDONESIA dengan Pasar Bursa Jakarta mencapai Index IHSG yang sudah tumbuh 78,81%  suatu kenaikan yang tentunya mengembirakan terutama bagi para pelaku pasar Bursa ,dan tentunya semua membawa rasa optimisme baru khususnya untuk pemulihan Ekonomi yang sedang dilanda Resesi.

Kalau kita mencoba melihat situasi Ekonomi Global saat ini dimana masih baru ditandai oleh tanda tanda pemulihan awal seperti misalnya di Amerika menurut George Soros penurunan sudah sampai dasarnya , juga data penurunan penganguran tenaga kerja sudah berkurang dan bahkan beberapa Institusi Keuangan Amerika sudah membukukan Laba pada kwartal I 2009, tak terbantahkan juga pertumbuhan  Ekonomi yang hanya minus 1% dikwartal II dibanding Kwartal I 2009. Di  Eropa khususnya Jerman dan prancis juga menunjukan tanda tanda yang memberi arah positip dimana ternyata pada kwartal II terjadi pertumbuhan Produk Domestik Bruto masing masing 0,3% untuk Jerman dan Prancis yang diindikasikan Resesi telah berlalu ?

Mencermati Sejarah dan kebiasaan pergerakan Dana Dana yang measuki setiap Pasar Uang maupun Saham di Negara manapun maka mungkin dapat kita katakan Pasar Saham Asia akan mendekati Bubble entah berapa waktu lagi ? dan Tentunya Dana Dana tersebut akan keluar dan masuk ke Pasar Saham Amerika dan Eropa yang nota benenya resiko lebih kecil sehingga tentunya semua akan membuat Bubble yang akan segera terjadi menjadi lebih cepat meletus sehingga Index akan cepat merosot kembali.

Sejarah Index IHSG tahun 1990 – 1992 mengajarkan pada kita bagaimana index yang mengalami Bullish dari 400 an ke 680 an kemudian tergelincir lagi ke 400 an tanpa alasan yang jelas , tapi yang jelas   karena    Dana yang sudah menikmati keuntungan yang cukup dipindahkan ke   Pasar lain…itu sebagai contoh fakta yang ada. Semoga hal ini   tidak begitu cepat   terjadi karena Bursa Saham Asia yang Anomali saat ini. Mari kita cermati.

Paradox apa yang terjadi pada BUMI Resorces ?. Disaat BUMI diburu oleh Baik Investor Asing maupun Lokal sebulan terakhir ini sehingga menyebabkan kenaijan harga Saham BUMI Resorces yang cukuo significan hampitr 50% dalam sebulan terakhir sejak adanya pengumuman BUMI Resources berhasil menggandeng Pemda NUsa Tenggara Barat dalam divestasi Saham PT.NEWMONT N.T sebesar 10% dan bahkan berambisi menguasai sampai 31%,walau ada kabar Pemerintah Pusat akan memberi peluang pada PT.ANTAM untuk mengambil alih 14% Saham divestasi PT.NEWMONT…Paradoxnya adalah beredarnya informasi yang meyatakan bahwa berdasar data Biro Administrasi Efek PT.Ficomindo , bahwa per 31 Juli 2009 tidak ada pemegang Saham BUMI Resources dengan kepemilikan melebihi 5% ; padahal berdasarkan data RTI sampai Maret 2009 kepemilikan BNBR di BUMI Resources adalah 13,67% , sedangkan kepemilikan lainya adalah Jupiter Asia Pte Ltd 4,3% , Bank of New York 2,54% , JP Morgan 2,18% dan Singapore Invesment Corp 1,37% dan publik 75, 93%. Masih menurur Ficomindo tercatat pemilik investor individu yang begitu besar yaitu 35,366 investor ; walau managemen BUMI Resorces membantah terjadi penjualan SAHAM BUMI Resources tapi data data yang ada cukup menimbulkan pertanyaan apakah BUMI Resources ditingagalkan induknya BNBR ? Kita tunggu saja penjelasan resminya……BUMI Resources memang penuh kejutan ???.

Saham BUMI Resources sudah meningkat 50% sejak terjadi perburuaan besar besaran oleh Investor Asing maupun Investor Lokal sehubungan keberhasilan BUMI Resources menggandeng Pemda Nusa Tenggara Barat dalam Divestasi SAHAM PT.NEWMONT N T untuk divestasi 10% ,bahkan BUMI Resources mentargetkan bisa berpartisipasi sampai dengan 31% untuk divestasi PT.NEWMONT N T ini. Namun belakangan beredar kabar bahwa Pemerintah sudah memberikan signal kuat untuk memuluskan jalan bagi BUMN Tambang yaitu PT.ANTAM untuk membeli 14% Saham divestasi PT.NEWMONT sehingga dengan demikian peluang BUMI Resources kemungkinan akan terhenti dan semua harapan atau prospek yang sudah timbul dengan terjadinya perburuan Saham BUMI Resources pun mungkin akan mengendur…..Pertanyaanya Kenaikan harga yang sudah cukup signifikan akan berlanjutkah atau sebaliknya yang terjadi ?…akankah terjadi Gempa kecil ( koreksi) di BUMI Resorces ?

BERBICARA Saham BUMI atau aksi korporasi BUMI tidak akan pernah habis habisnya ataupun putus putusnya, penuh kejutan dan susul menyusul,silih berganti…. ssst..dengan kabar BUMI tidak hanya puas dengan 10% divestasi PT.NEWMONT tapi 31% atau bahkan lebih Wow siapa tau itu juga begian kejutan berikutnya mungkin saja ?. Denga target 31% divestasi Saham PT.NEWMONT maka pertanyaan dibanyak benak pelaku Saham adalah berapa seh Nilai BUMI sebenarnya ???. Sekilas kalau dihitung berdasarkan potensi cadangan yang ada dengan keseluruhan aksi korporasi sampai saat ini maka kira kira Cadangan BUMI : Batubara : 3,814 millliar ton , dari NEWMONT : EMAS : 11 juta ons , Tembaga 11 milliar pons dengan target 31% maka BUMI berhak atas kontibusi cadangan tersebut. Semua ini belum termasuk EMAS dari PT.Citra Palu MIneral dan Tembaga dari PT.Gorontalo Minerals yang delam poses eksplorasi dan belum terpublikasikan wow…Dengan trend Komoditas Dunia yang cenderung akan mengungalangi penguatanya karena pemulihan Ekonomi Dunia maka dapat dibayangkan tentunya Saham BUMI yang merupakan Saham sejuta Umat tentunya mengemban Saham Sejuta harapan bukan ??? Semoga .

Tidak diragukan lagi Pasar Saham Indonesia menjadi salah satu Pasar Saham terfavorit bagi Investor Asing setelah Pasar Saham China dan India. Pergerakan kenaikan Index yang begitu cepat yang didukung Expektasi karena performance Emiten Emiten yang cukup baik bahkan ada yang sangat bailk dan situasi Fundamental Ekonomi Makro yang stabil dan politik setelah PEMILU yang relatif Kondusif menimbulkan optimisme baru terutama pelaku pasar Saham khususnya Investor Asing. Salah satu Emiten yang menurut kami makin prospek adalah PT.INDAH KIAT PULP & PAPER…Kenapa ? . Minimal ada 3 alasan mendasar yang mendasari pemikiran ini Yaitu : 1. BANK INDONESIA ( BI) mengijinkan Bank Bank Nasional memberikan pinjaman kredit kepada Perusahaan Pulp atau Kayu yang mempunyai HTI sebagai basis bahan baku,kebijakan ini mengakomodir keputusan Surat Menhut no. S.117/menhut-VI/2009 untuk medorong industri tersebut atau sejenis ( sebelumnya dilaran ) . 2. Cadangan HTI yang cukup luas yang dimiliki oleh PT.INDAH KIAT PULP & PAPER , yang menurut oerkiraan kami sekitar 300,000 Ha dan cadangan areal yang sudah dimiliki yang masih mempunyai tegakan dengan potensi 10 – 15 M3/ha sekitar 400,000 Ha mungkin lebih . 3. Mulai terjadinya kenaikan harga komoditas secara umum dipasar Dunia juga Pulp khususnya yang sudah mencapai us$ 550/mt dibanding awal tahun 2009 masih diharga us$ 400 an atau sudah ada kenaikan hampir 30% lebih. Mengapa Potensi prospek muncul ?… Dengan memiliki areal HTI sekitar 300,000 Ha menurut hemat kami potensi tegakan tidak kurang dari 40-45 juta M3 bahan baku yang kalau dinilai kurang lebih Rp.12 – 13,5 T suatu angka yang cukup besar sebagai jaminan untuk mendapatkan Pinjaman dana guna mengoptimalkan produksi guna menyongsong kenaikan Harga di pasar Dunia yang trendnya terus meningkat. Jadi tentunya dengan dasar tersebut kiranya Saham INDAH KIAT PULP & PAPER akan makin prospek kedepannya Bukannn ???. Selamat mencermati.

KRISIS Financial Global bagaikan Virus yang bernutasi dan menyebar begitu cepat melebihi pendeteksian dan penemuan obat yang dapat mencegah paling tidak memperlambat penyebaranya kemana-mana. DUNIA saat ini sedang dan dalam proses pencegahan dan pemusnahan Virus Krisis Financial yang akan dan telah makan banyak korban berupa kerugian dan ketidakmampuan banyak rakyat di Negara terutama negara miskin dan negara berkembang bahkan negara maju sekalipun yang memang sumber Krisis tersebut. SEMUA akibat dari Sistem Ekonomi yang memungkinkan MODAL dikembangkan tanpa Batas dan Aturan yang memadai dan disertai KESERAHKAHAN…maka terciptalah Virus Financial Global yang sedang Dunia hadapi saat ini dan menyebar dan juga harus dirasakan dan mungkin paling dirasakan bagi yang tidak tau sebab musababnya. MODAL/Kekayaan dari 1,125 orang terkaya Dunia atau 0,00002% Populasi dunia dengan Nilai us$ 4.4 T atau 2,3 x cadangan devisa Negara dengan cadangan devisa terbesar saat ini CHINA ( majalah Forbes 2008 ) dimana dana tersebut oleh Hedge Fund dikembang biakan baik pada bidang yang meningkatkan Nilai Ekonomi maupun SPEKULASI dengan tujuan mendapat Keuntungan sebesar-besarnya yang muaranya menciptkan BALON Ekonomi ( kasus SUB Prime). Naiknya harga minyak Dunia sampai us$ 147/barel , naiknya komoditas pangan 200% tahun 2007/2008 kemudian turun lagi dengan drastis adalah salah satu kenyataan yang terjadi. Dengan terjadinya stunami Ekonomi Global ini tak perlak lagi juga menyusutkan MODAL/Kekayaan pemilik dana menjadi 937 orang dengan nilai us$2.4 T( Forbes 2009) tetapi sekaligus menciptakan pengaguran,kemiskinan baru dimana mana dibanyak Negara. Situasi menyebarnya Virus Krisis FInancial Global ini pada akhirnya akan menular tidak hanya pada Perekonomian saja tetapi tidak tertutup kemungkinan kesendi sendi kehidupan yang lain baik Sosial , Politik pada banyak Negara yang terkena dampak baik langsung maupun tidak langsung. Akhirnya dari Krisis ini adalah suatu KENISCAYAAN bagi penataan Sistim Ekonomi yang lebih tertata,terkontrol dengan pengawasan memadai guna mengerem,mencegah MODAL + KESERAKAHAN menjadi KEHANCURAN tidak saja bagi 0,00002% pemilik MODAL namun juga 99,99998% penduduk Dunia , sehingga Virus Krisis Finacial tidak bermutasi menjadi Virus BENCANA KEMANUSIAN GLOBAL !!!!!!!!!!!!.

Halaman

 

Februari 2012
S S R K J S M
« Agu    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
272829  
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.