Mengutip informasi sumber Bloomberg tentu secara umum menimbulkan rasa optimis pada kita semua terutama para pelaku pasar uang dan juga pasar Saham dimana disebutkan bahwa pasar Saham Asia mengalami pertumbuhan  yang begitu spektakuler yang dimulai awal   tahun 2009 ,  dimana  kita   sama sama ketahui sepanjang tahun 2008 sampai awal   tahun 2009     Industri keuangan Dunia mengalami goncangan yang begitu luar biasa sehingga   mengakibatkan banyak konglomerasi dunia mengalami kebangkrutan dan Index Saham Dunia juga mengalami kemerosotan yang luar biasa, bahkan tingkat keparahanya menurut para ahli Ekonomi kelas dunia hampir menyamai Krisis Besar/Greet Depression tahun 1930.

Pertumbuhan yang spektakuler yang terjadi di Bursa Saham Asia tidak lain dimotori oleh Pasar Saham di China yaitu Shenzen SE Composite diangka 1.060,86 atau terjadi kenaikan 91.73% , disusul IHSG diangka 2.396,49 atau terjadi kenaikan76,81% , disusul Shanghai SE Composite diangka 3.140,56 atau terjadi kenaikan 72,48% , disusul Srilangka Colombo Index diangka 2.510,81 atau terjadi kenaikan 67,05% , terakhir   BSE   Sensex     diangka 15.518,49 atau kenaikan 60,86%.

Melihat angka kenaikan yang luar biasa tersebut yang mana INDONESIA dengan Pasar Bursa Jakarta mencapai Index IHSG yang sudah tumbuh 78,81%  suatu kenaikan yang tentunya mengembirakan terutama bagi para pelaku pasar Bursa ,dan tentunya semua membawa rasa optimisme baru khususnya untuk pemulihan Ekonomi yang sedang dilanda Resesi.

Kalau kita mencoba melihat situasi Ekonomi Global saat ini dimana masih baru ditandai oleh tanda tanda pemulihan awal seperti misalnya di Amerika menurut George Soros penurunan sudah sampai dasarnya , juga data penurunan penganguran tenaga kerja sudah berkurang dan bahkan beberapa Institusi Keuangan Amerika sudah membukukan Laba pada kwartal I 2009, tak terbantahkan juga pertumbuhan  Ekonomi yang hanya minus 1% dikwartal II dibanding Kwartal I 2009. Di  Eropa khususnya Jerman dan prancis juga menunjukan tanda tanda yang memberi arah positip dimana ternyata pada kwartal II terjadi pertumbuhan Produk Domestik Bruto masing masing 0,3% untuk Jerman dan Prancis yang diindikasikan Resesi telah berlalu ?

Mencermati Sejarah dan kebiasaan pergerakan Dana Dana yang measuki setiap Pasar Uang maupun Saham di Negara manapun maka mungkin dapat kita katakan Pasar Saham Asia akan mendekati Bubble entah berapa waktu lagi ? dan Tentunya Dana Dana tersebut akan keluar dan masuk ke Pasar Saham Amerika dan Eropa yang nota benenya resiko lebih kecil sehingga tentunya semua akan membuat Bubble yang akan segera terjadi menjadi lebih cepat meletus sehingga Index akan cepat merosot kembali.

Sejarah Index IHSG tahun 1990 – 1992 mengajarkan pada kita bagaimana index yang mengalami Bullish dari 400 an ke 680 an kemudian tergelincir lagi ke 400 an tanpa alasan yang jelas , tapi yang jelas   karena    Dana yang sudah menikmati keuntungan yang cukup dipindahkan ke   Pasar lain…itu sebagai contoh fakta yang ada. Semoga hal ini   tidak begitu cepat   terjadi karena Bursa Saham Asia yang Anomali saat ini. Mari kita cermati.