SERINGKALI  kita mendengar berbagai cerita mengenai orang yang sukses atau menjadi kaya raya /Okb ataupun bangkrut menjadi kere karena bernain atau berinvestasi di Pasar Saham.

Banyak sekali dari kita yang  mendengar cerita yang memukau bahwa eh…si A tu sekarang naik Alphard dan tinggal di Pondok Indah dan bagaimana sih caranya?   ternyata si A mendapat keuntungan yang besar dari Saham yang dibelinya dan menjual pada saat yang tepat . Demikian juga cerita mengenai si B..eh sekarang rumahnya disita Bank dan stress berat..ternyata si B menderita kerugian yang sangat besar karena terlalu bernafsu meminjam dana Bank yang untuk pengembangan usahanya tapi karena ikut ikutan teman yang sudah menikmati keuntungan Saham akhirnya masuk pada saat yang tidak tepat atau katakan disaat harga sudah tingggi istilahnya mungkin lebih tepat Bubble gitu.

Dari dua cerita tersebut diatas akan muncul dua persepsi mengenai Pasar Saham atau berinvestasi di Pasar Saham.. yang satu Manis bak Madu sedangkan yang satunya lagi Pait bak Racun…..sebenarnya yang mana yang Benar ?. Pasar Saham Madu atau Racun ?

Sebenarnya menurut hasil survey bermain di Pasar Saham probabilitas untuk mendapatkan keuntungan jauh lebih besar dari kerugian asalkan mengetahui kapan waktu yang tepat untuk masuk dan dan kapan waktu yang tepat untuk keluar atau menjual.,karena pada esensinya Pasar Saham mirip bisnis Multi Level Marketing tapi dalam kontek yang lebih rumit dan kompleks, sehingga yang masuk lebih awal tentunya mempunyai resiko lebih kecil dibanding yang masuk belakangan , tentunya masalah waktu yang tepat tetap harus diperhitungkan.

Dengan prinsip yang sederhana ditambah pengetahuan dasar memadai tentang  mekanisme permainan yang berlaku kiranya Pasar Saham harus menjadi Madu bukan sebaliknya menjadi Racun….Selamat Berinvestasi.